ArticlePDF Available Abstract and Figuresem>Every palm oil plantation has different characteristics. In Indonesia, some of the palm oil plantations are unique because of its peaty, muddy, and bumpy features. Today, the existing Fresh Fruit Bunch FFB transport equipment is rigid and unable to follow the contour of outline of plantation ground, which limits its mobility. Therefore, it is necessary to design FFB transport equipment that offers ease of mobility. The new design has a universal joint feature that connects the front of part of the equipment driver section with the load carrier part rear part. The design includes three-dimensional images with its simulations, two-dimensional images and the strength analysis of the joint. Both design drawings and strength analysis are carried out using SolidWorks engineering software. The result is a design of a universal joint with a dimension of m in length and m in width, and is capable of rotating in two directions; each at 30 degree on Y axis and 16 degree on X axis. All components of the universal joint are SS400 steel which has a tensile strength of 250 MPa. Calculation of strength with a tensile load of 1 ton results in a safety factor of 833. This safety factor ensures the maximum life span and strength of the universal joint.
Ketersediaanlahan gambut di Riau untuk pengembangan ialah untuk tanaman Kelapa/ Kelapa sawit ( 244.690 ha), tanaman Nenas (237.009 ha) dan Padi sawah (37.477 ha), sedangkan di Jambi yang tersedia untuk pengembangan ialah untuk tanaman kelapa/ kelapa sawit ( 58.596 ha) serta untuk tanaman nenas (1.750 ha).
Pada prinsipnya, pengangkutan TBS Tandan Buah Segar kelapa sawit dilakukan dengan memindahkannya dari perkebunan ke pabrik. Alat angkut sawit yang biasanya dipakai yaitu truk, baik dump truck maupun kendaraan PickUp. Beberapa perusahaan, terutama yang memiliki perkebunan sawit di lahan gambut, ada pula yang memanfaatkan lori yang ditarik lokomotif karena dinilai lebih efektif dan efisien. Pengangkutan TBS sawit atau FFB Fresh Fruit Bunches termasuk salah satu dari tiga mata rantai terpenting dalam budidaya kelapa sawit meliputi panen, angkut, dan olah disingkat PAO. Untuk mendukung kelancaran rangkaian mata rantai ini, semua proses harus berjalan dengan baik dan tersinkronisasi. Sebagai contoh, penghitungan kebutuhan armada pengangkutan dan perkiraan hasil pengolahan pada saat melaksanakan proses pemanenan TBS. dilansir dari situs PTPN1, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi proses pengangkutan TBS yaitu organisasi panen, bentuk/pola jalan di dalam perkebunan, kondisi/perawatan jalan, jenis dan tipe alat angkut, kondisi alat-alat transportasi serta pengoperasian alat transportasi. Apabila proses pengangkutan ini dapat berjalan dengan lancar, maka manfaat-manfaat yang bisa diperoleh antara lain menjaga ALB Asam Lemak Bebas produksi harian 2-3%, mempengaruhi kelancaran atau kapasitas pengolahan pabrik, mendukung keamanan TBS di lapangan, dan menghemat biaya pengangkutan seminimal mungkin. Terdapat 5 hal yang perlu diperhatikan dalam pengangkutan TBS kelapa sawit, di antaranya 1. Optimalisasi Kapasitas Angkut Truk Memang benar, semakin cepat proses pengangkutan TBS dilaksanakan maka semakin baik. Kendati demikian, perlu penyesuaian kapasitas angkut terhadap daya muat alat transport. Misalnya truk Mitsubishi Colt Diesel mempunyai daya muat 7-8 ton setiap perjalanan. Selain itu terdapat Mitsubishi L300 yang mampu memuat ton sekali jalan. Jadi untuk mewujudkan operasional kendaraan dan proses pengangkutan yang optimal, jadwal tiba kendaraan ke lokasi panen dan pabrik kelapa sawit harus disusun dengan baik. 2. Pengaturan Jadwal yang Baik Semua kendaraan wajib terisi bahan bakar pada pukul atau waktu sore di hari sebelumnya. Kemudian, kendaraan-kendaraan ini harus sudah mulai mengangkut TBS pada pukul Tandan pertama yang diangkut pada hari tersebut diusahakan sampai ke pabrik maksimal pukul dan tandan terakhir dibawa selambat-lambatnya pukul Masing-masing truk/pickup selanjutnya dilayani oleh 2-3 orang tukang muat bongkar dan 1 orang kerani muat. Sopir truk sebaiknya membawa bekal makanan untuk mengefisienkan waktu istirahat. 3. Pengaturan Muatan yang Baik TBS sawit harus ditata dengan benar di dalam truk untuk memaksimalkan kapasitasnya. Seluruh berondolan sebaiknya diangkut dengan memasukkannya ke karung dan meletakkannya di atas susunan TBS. Sedangkan tandan busuk dan tandan kosong kelapa sawit tidak boleh dibawa hingga ke pabrik pengolahan. baca juga 40 Tahun Mitsubishi Colt L300 Berjaya di Indonesia 4. Pemeliharaan Alat Angkut Seluruh alat yang dipakai untuk mengangkut TBS dari perkebunan ke pabrik wajib dipelihara dengan benar. Termasuk karung kosong yang sudah digunakan untuk menyimpan berondolan sawit perlu dikumpulkan dan dikembalikan ke afdeling yang bersangkutan. Jangan sampai terjadi pemborosan anggaran akibat alat-alat yang gampang rusak/hilang. 5. Keamanan Pengangkutan Faktor keamanan juga perlu diperhatikan dalam pengangkutan TBS. Contohnya pemasangan jaring-jaring / terpal pada bagian muatan truk terutama ketika melewati perjalanan yang jauh, melintasi jalan negara, atau melalui jalan yang rusak. Ingat, semua tandan buah yang jatuh harus diambil dan dimasukkan kembali ke truk. Untuk informasi lengkap Mitsubishi Colt L300, klik atau hubungi Tanya Bosowa di nomor 0852 5554 4464 serta kunjungi outlet Bosowa Berlian terdekat di Kota anda.
Harga yang di coret adalah harga normal Lahan Gambut Sale! Rp 16.250.000 Rp 13.000.000 Add to cart; Yang Memproduksi Mesin Terbesar di Indonesia. Mulai dari mesin alat pertanian, alat laboratorium, mesin kopi, alat pertambangan, alat sawit, alat potong hewan, alat potong ayam, mesin bakso, alat olahraga dan juga alat marka jalan.
Hanya ada beberapa tanaman yang bisa tumbuh di lahan gambut yang ada di Indonesia. Namun satu-satunya yang bisa tumbuh dengan baik adalah kelapa sawit. Diketahui, ada banyak sekali lahan gambut yang ada di Indonesia. Apalagi di daerah Sumatera, Papua, dan Kalimantan. Lahan gambut terdiri dari tanah yang tak subur karena memiliki pH dan kandungan unsur hara makro serta mikro yang rendah. Maka dari itu tanah dengan unsur seperti ini sulit untuk ditanami dengan tanaman pertanian. Simak penjelasan bagaimana cara optimalkan penanaman kelapa sawit di lahan gambut. Pembenahan Fisik Tanah Manajemen AirPembenahan Fisik Tanah Manajemen AirPemupukanPemilihan VarietasSDMTaat Pada RegulasiHal-hal yang Harus Diperhatikan Saat Menanam Kelapa Sawit Pembenahan Fisik Tanah Manajemen Air Pembenahan Fisik Tanah Memperhatikan ketebalan gambut menjadi salah satu hal yang penting saat melakukan pembenahan fisik. Selain itu, Ada beberapa hal yang harus dipahami saat memperhatikan ketebalan gambut diantaranya sebagai berikut Kelapa sawit paling bagus ditanam di lahan gambut yang memiliki ketebalan kurang dari 50 cm. Hal ini pun membuat lahan tersebut tidak memerlukan perlakuan fisik apapun. Namun, jika lahan gambut memiliki ketebalan lebih dari 50 cm, maka lahan gambut harus dipadatkan agar bisa menahan beban batang yang dimiliki kelapa sawit. Tujuannya agar tanaman tidak condong atau miring. Selanjutnya, pemadatan tanah bisa dengan menggunakan alat pemadat tanah. Upaya lain untuk mencegah tanaman miring atau condong ke depan adalah dengan memberikan mineral pada lubang tanam kelapa sawit di lahan gambut. Tanah mineral harus dicampur terlebih dahulu dengan tanah yang ada pada lubang tanam bibit pohon kelapa sawit di lahan gambut. Manajemen Air Pengelolaan air rawa sangat penting untuk mencegah tanaman dari banjir atau kehabisan air. Selain itu, manajemen air dilakukan dengan maksud untuk menjaga tanah gambut tetap lembab. Pada musim tertentu, kondisi air di lahan gambut sangat rawan. Seperti di musim hujan, atau lahan yang berada di dataran rendah, potensi tergenang sangat tinggi. Sedangkan pada musim kemarau, lahan juga bisa terkena karena tanah gambut memiliki kapilaritas yang besar, tanahnya bisa cepat kering karena air tidak mudah naik ke permukaan. Ada beberapa hal penting untuk dilakukan agar tanah gambut tetap lembab diantaranya adalah Penting untuk menyesuaikan kedalaman muka air tanah, yakni dengan cara menjaga ketinggian muka air saluran drainase. Agar tanaman kelapa sawit dapat menerima air sepanjang tahun, penting untuk menjaga ketinggian air di saluran drainase sekitar 60 cm Memasang pintu pengunci di ujung saluran pembuangan sangat penting untuk mengatur ketinggian air di saluran. Kunci air akan terbuka di musim hujan dan menutup rapat di musim kemarau. Pemupukan Teknik pemupukan juga sangat diperlukan karena gambut adalah tanah yang tidak memiliki unsur hara. Pemupukan harus dilakukan dengan pupuk yang mengandung makro dan mikro yang sesuai, diantaranya adalah Pupuk Kalium Fosfor Nitrogen Magnesium Boron Komposisi pupuk yang diberikan juga tergantung pada beberapa unsur sebagai berikut Pada umur tanaman, pupuk nitrogen harus diberikan lebih banyak pada tanaman yang belum berbuah. Setelah pembentukan buah, pupuk, K dan P dibutuhkan lebih banyak. Pupuk mikro harus diberikan, terutama boron, karena gambut sangat miskin unsur mikro. Pada tanaman muda, juga selama perkecambahan, penting untuk menambahkan zat humat, yang disemprotkan ke tanah di sekitar tanaman untuk mempercepat pertumbuhan tanaman. Asam humat mengandung hormon pertumbuhan. Kunci tanaman yang sehat, jika tanah dan perakarannya juga sehat. Oleh karena itu, asupan makanan pada tanaman haruslah dari pupuk pilihan yang telah teruji baik secara laboratorium maupun di lapangan. Salah satu pupuk terbaik yaitu pupuk MOAF yang diproduksi PT Propadu Konair Tarahubun Plantation Key Technology/PKT bergerak di bidang teknologi sawit yang tak hanya menciptakan pupuk organik, tetapi juga membasmi hama dan penyakit, dan merangkap sebagai konsultan pertanian sawit. Pupuk MOAF telah banyak digunakan oleh perusahan besar di Indonesia serta mendapat banyak pengakuan dari pengusaha dan pengelola bisnis kelapa sawit. Kelebihan Pupuk MOAF Dibandingkan Pupuk Konvensional Lainnya. 1. Pupuk MOAF dapat meningkatkan pH tanah, sedangkan pupuk konvensional lainnya dapat menurunkan pH tanah menjadi asam, pH yang rendah dapat menciptakan lingkungan yang cocok untuk berkembang biak hama penyakit. Reaksi MOAF jauh lebih cepat dan bersifat lebih tahan lama dan stabil. 2. Pelepasan nutrisi dalam pupuk MOAF dapat terkontrol sehingga dapat diaplikasi pada saat musim hujan maupun musim kemarau, dimana pupuk dapat mengikat agregat tanah sehingga penyerapan unsur hara dapat lebih baik, struktur tanah lebih stabil dan dapat menyerap air secara maksimal. Pupuk konvensional lainnya cenderung lebih cepat menguap pada saat musim kemarau dan mudah terbawa air pada saat musim hujan, sehingga unsur hara yang seharusnya dapat diserap oleh perakaran secara maksimal menjadi berkurang. 3. Pupuk MOAF ramah lingkungan pada cuaca yang ekstrem 1 – 2 musim kemarau tidak merusak fungsi perakaran & tidak terjadi plasmolisis pada perakaran tanaman serta pupuk yang ditabur dalam piringan masih dapat diserap. Pupuk konvensional lainnya tidak ramah lingkungan, dimana dapat meninggalkan residu bahan kimia yang dapat mematikan. Pupuk kimia yang ditaburkan tidak bisa diserap secara maksimal oleh perakaran tanaman, sehingga terjadi defisiensi hara yang akut. 4. Pupuk yang diproduksi oleh PKT Plantation Key Technology memiliki formulasi yang berbeda-beda dalam setiap perkebunan, dikarenakan kebutuhan setiap tanaman pasti berbeda. Oleh karena itu PKT terlebih dahulu melakukan survey, analisa sampel akar, tanah dan daun, untuk mengetahui unsur hara yang dibutuhkan dan serangan hama penyakit yang ada pada tanaman. MOAF menyesuaikan kebutuhan tanaman sehingga tepat nutrisi serta membuat akar lebih cepat menyerap nutrisi. Sedangkan Pupuk konvensional diproduksi secara masal, tidak ada spesifikasi khusus kepada semua perkebunan. Semua jenis tanah dan jenis tanaman dianggap sama karena tidak ada kegiatan survey seperti analisa akar, tanah dan daun tanaman terlebih dahulu. 5. Mempercepat dan meningkatkan hasil produksi panen sawit dengan kualitas bobot yang baik serta peningkatan rendemen atau ekstraksi minyak produksi panen. Teknologi MOAF juga merupakan syarat mutlak bagi perkebunan yang ingin mengendalikan serangan hama dan penyakit. Pemilihan Varietas Kemudian pilih varietas, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat memilih varietas kelapa sawit yang akan ditanam di lahan gambut. Untuk menanam kelapa sawit di lahan gambut, Anda harus memilih bibit berbatang pendek agar tanah gambut lebih mendukung batang pohon dan tidak tumbang. Banyak pembuat benih kelapa sawit sekarang menawarkan varietas benih baru. Namun, dalam memilih benih berkualitas, pastikan produksinya tinggi dan berbatang pendek. Sebab, batang yang pendek mengurangi kemungkinan terjadinya tipping batang di tanah gambut. Saat ini produksi kelapa sawit pada lahan gambut oleh petani cukup rendah yakni mencapai 10 hingga 15 ton/ha/tahun. Padahal, produksi sawit yang dilakukan perusahaan pada lahan gambut sudah lumayan tinggi tinggi mencapai 20 hingga 30 ton/ha/tahun. SDM Pemilihan sumber daya manusia SDM untuk menanam kelapa sawit di lahan gambut juga harus diperhatikan dengan seksama. Pasalnya, tidak mudah untuk menanam kelapa sawit pada lahan gambut. Para petani masih belum memiliki pengetahuan serta modal untuk produksi kelapa sawit pada lahan gambut. Sehingga para petani tidak jelas mengetahui apakah diperlukan perlakuan khusus untuk menanam kelapa sawit di rawa. Jika petani kesulitan untuk menggunakan cara menanam kelapa sawit di rawa, ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan diantaranya adalah Para petani bisa langsung berpartisipasi dalam bisnis inti. Usai terlibat dalam menjalankan perusahaan kelapa sawit yang menanam kelapa sawit di lahan gambut, para petani akan mendapatkan keuntungan besar karena produksinya meningkat. Taat Pada Regulasi Setelah memutuskan untuk menanam kelapa sawit pada lahan gambut, para petani juga harus memahami soal regulasi atau aturan yang sudah berlaku di Indonesia terkait penanaman kelapa sawit. Menurut Syahril Pane, Kepala Agronomi PT. Abdi Budi Mulia dalam sebuah pertemuan menjelaskan bahwa pada pengelolaan perkebunan yang paling penting adalah patuh pada regulasi atau aturan yang berlaku. Salah satunya adalah penggunaan lahan gambut untuk dijadikan tempat penanaman kelapa sawit. Jika para petani tidak mengikuti aturan dan regulasi tersebut, bisa jadi sistem operasional saat penanaman berlangsung akan sangat terganggu. Hal-hal yang Harus Diperhatikan Saat Menanam Kelapa Sawit Ada beberapa hal yang harus dilakukan ketika ingin mengoptimalisasi pertumbuhan kelapa sawit di lahan gambut. Pasalnya, lahan gambut sendiri merupakan tanah yang tidak subur dan bisa saja malah membuat pohon yang ditanam di atasnya mati atau layu. Beberapa faktor yang meliputi ciri-ciri lahan gambut yang bisa ditanami kelapa sawit adalah sebagai berikut Tekstur tanah yang lembek, basah dan lunak. Warna tanah yang ada di lahan gambut biasanya terlihat agak gelap. Sifat asam yang tinggi terkandung dalam tanah. Karena memiliki hawa yang terbatas, tanah yang ada dalam lahan gambut kurang subur. Sering kali ditemukan di beberapa kawasan atau lahan yang cukup basah, salah satunya adalah rawa-rawa. Karena ciri-ciri tersebut, semakin sedikit tanaman yang bisa tumbuh di daerah lahan gambut. Salah satunya yang paling bisa tumbuh berkembang dengan baik adalah kelapa sawit. Indonesia diberkati dengan pertumbuhan kelapa sawit yang sangat baik. Rata-rata produksinya 20 hingga 25 ton/hektar setiap tahunnya, itu artinya Indonesia bisa menghasilkan 4 ton/hektar setiap tahun. Selain itu, produksi minyak sawit yang tinggi membuat banyak negara-negara penghasil minyak lebih kompetitif dengan minyak sawit Indonesia, apalagi di daerah Sumatera, Papua, dan Kalimantan. Oleh karena itu, dibutuhkan alat angkut buah kelapa sawit untuk mengangkat hasil tumbuhan tersebut.
5 Pembangunan Sarana dan Prasarana. Pekerjaan pembangunan sarana dan prasarana pendukung kebun kelapa sawit meliputi pemasangan gambangan dari kayu, membran geoteks, dan penimbunan dengan tanah
InfoSAWIT, JAKARTA – Kendati penggunaan lahan gambut untuk perkebunan kelapa sawit masih terdapat pro dan kontra, faktanya sudah banyak petani maupun pelaku swasta mengelola perkebunan kelapa sawit yang dibangun diatas lahan gambut, apalagi pembangunan kebun sawit di atas lahan gambut pula dilindungi regulasi. Secara definisi gambut merupakan jenis tanah yang terbentuk akibat tumpukan sisa–sisa tanaman yang sudah setengah membusuk, sehingga kandungan organik yang terkandung dalam tanah ini sangat tinggi. Sementara Wetlands International mendefinisikan tanah gambut ialah sampah organik bahan bakar berumur ribuan tahun. Namun demikian dalam catatan ilmiah, suatu tanah dikatakan sebagai lahan gambut, bila tingkat kandungan bahan organik dalam lahan tersebut mencapai 30%. Luas lahan gambut di Indonesia, merujuk Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian BBSDLP tahun 2012, terdapat seluas 14,9 juta ha. Dimana lahan gambut tersebut tersebar di Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan dan Pulau Papua. Di Indonesia, rata–rata tanah gambut memiliki kandungan bahan organik lebih dari 65% dengan kedalaman lebih dari 50 cm. BACA JUGA Impor Minyak Sawit India Pada Desember 2022 Melonjak 94 Persen Untuk wilayah Sumatera, sebagian besar gambut berada di pantai Timur, sedangkan di Kalimantan ada di Provinsi Kalimantan Barat, Tengah dan Selatan. Sejalan dengan terus meningkatnya populasi penduduk, mendorong terbatasnya lahan pertanian. Alih-alih banyak pembukaan lahan pertanian pun diarahkan ke lahan gambut. Terlebih lahan jenis ini memiliki potensi untuk dijadikan lahan budidaya, semisal dijadikan lahan pertanian, asalkan dengan pengelolaan yang baik dan benar. Adanya inovasi baru dibidang teknologi pertanian sangat memungkinkan penanganan lahan gambut dengan hasil yang optimal. Besarnya potensi luas lahan gambut di Indonesia menjadi suatu tantangan tersendiri bagi perusahaan perkebunan untuk memanfaatkan potensi ini. Namun penanganan dan pengelolaan lahan gambut sangatlah berbeda dibandingkan dengan budidaya kelapa sawit pada tanah mineral. BACA JUGA Cara Menghitung Produksi Kelapa Sawit Struktur lahan gambut tidak padat, yaitu terdiri dari sisa-sisa tanaman yang tidak membusuk secara total. Sehingga antara satu bagian dengan bagian lainnya mempunyai rongga. Pada saat lahan digenangi air maka seluruh lapisan terisi air. Kondisi ini terjadi beratus tahun karena lahan gambut biasanya terjadi pada lahan yang tergenang air yang tidak teralirkan. * Penulis Maruli Pardamean/Praktisi dan Penulis Buku Kelapa Sawit Lebih Lengkap baca Majalah InfoSAWIT Edisi September 2014 Dibaca 18,388 Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE Anda memiliki informasi dan rilis tentang industri sawit, Silakan WhatsApp ke Redaksi InfoSAWIT atau email ke mohon dilampirkan data diri
KepalaBadan Restorasi Gambut Nazir Foead mengatakan saat ini telah dipasang 40 alat untuk pemantau kelembapan dan temperatur air di lahan gambut sebagai proyek percontohan yang berada di Provinsi Jambi, Sumatra Selatan, Riau dan Kalimantan Tengah. “Nanti kita akan dorong sebanyak-banyaknya untuk dipasang.
Palangka Raya, - Lahan gambut seluas 4 hektar yang dipenuhi semak belukar yang sudah mengering akibat cuaca panas ektrem, di Kecamatan Tewang Sangalang Garing, Kabupaten Katingan, Kalimatan Tengah Kalteng kembali terbakar. Puluhan petugas pemadam kebakaran yang terdiri dari Dinas Kehutanan, BPBD Katingan dan personel TNI-Polri langsung berjibaku memadamkan kobaran api yang sudah meluas di atas lahan gambut tersebut. Minimnya sumber air dan sulitnya akses jalan untuk menuju lokasi lahan gambut yang terbakar, membuat petugas sempat kewalahan. Bahkan, sebagian petugas pemadam kebakaran lahan terpaksa memadamkan api menggunakan alat seadanya. Ketua Regu Damkar Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng, Agus Maksum mengatakan, lahan gambut yang terbakar ini merupakan lahan milik warga yang berdekatan dengan kebun sawit. Petugas pemadam kebakaran yang terdiri dari Dinas Kehutanan, BPBD Katingan dan Personel TNI-Polri berjibaku memadamkan kobaran api di atas lahan gambut, di Kecamatan Tewang Sangalang Garing, Kabupaten Katingan, Kalimatan Tengah, Jumat, 2 Juni 2023. "Luas lahan yang terbakar ini kurang lebih sekitar 4 hektar, dan disebelahnya ada kebun sawit milik warga," ujar Agus Maksum kepada Jumat 2/6/2023 malam. Maraknya kejadian kebakaran lahan dan hutan dalam kurun waktu dua pekan terakhir di sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah, dikhawatirkan akan mengakibatkan bencana kabut asap. Selain itu, buruknya kondisi kualitas udara di wilayah tersebut, bisa mengancam kesehatan warga seperti yang pernah terjadi pada tahun 2015 lalu. "Mencegah hal tersebut, Pemprov Kalimantan Tengah melalui Tim Satgas Karhutla terus melakukan upaya pencegahan dan mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sengaja dan sembarangan," pungkas Agus. Saksikan live streaming program-program BTV di sini BNPB Kirim Helikopter Bantu Atasi Karhutla di Kalteng NUSANTARA Kebakaran Lahan Gambut di Kalteng, Petugas Kewalahan Padamkan Api NUSANTARA Tiga Hektare Lahan Gambut di Palangka Raya Kembali Terbakar NUSANTARA Kebakaran Lahan Gambut di Kubu Raya Dekati Bandara Supadio NUSANTARA BPBD Kalbar 15 Hektare Lahan Terindikasi Sengaja Dibakar NUSANTARA Akibat Kebakaran Lahan Gambut, Palangka Raya Waspada Kabut Asap NUSANTARA
gulmadan PAO (Panen Angkut Olah), PT Asam Jawa merupakan perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit dan pengelolahan minyak kelapa sawit. PT Asam Jawa berlokasi di Kecamatan Torgamba Kabupaten Labuhanbatu Selatan, PT. Asam Jawa sebagai badan hukum Indonesia didirikan dengan Akta Notaris No. 37 tanggal 16 Januari
Tahukah Anda bahwa dalam pengolahan minyak sawit, pengangkutan adalah salah satu aspek terpenting yang harus dikelola dengan baik? Keterlambatan dalam pengiriman Tandan Buah Segar TBS ke Pabrik Kelapa Sawit PKS dapat mempengaruhi kualitas minyak yang dihasilkan. Di Sinar Mas Agribusiness and Food SMAF, seluruh TBS yang dipanen dari kebun dikirimkan ke PKS dalam waktu 24 jam. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan TingkatEkstraksi Minyak TEM dan kualitas minyak sawit mentah CPO yang lebih tinggi. PT Bumi Palma Lestari Persada PT BPLP merupakan perusahaan di bawah bendera SMAF yang mengelola tiga perkebunan Bumi Palma, Bumi Lestari, dan Bumi Sentosa. Perkebunan-perkebunan ini berlokasi di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, dan memiliki fitur lanskap unik, yaitu terletak di atas lahan gambut, sehingga membutuhkan sistem transportasi TBS khusus. Lahan gambut merupakan jenis lahan basah yang terbentuk melalui akumulasi vegetasi atau substansi organik yang sebagian membusuk dan terendam air. Indonesia, sebagai lokasi utama kegiatan Perusahaan, merupakan negara dengan bentang lahan gambut tropis yang luas. Ketiga perkebunan di Indragiri Hilir kami terletak di kawasan berawadan tidak mudah dijangkau melalui jalur darat. PT Bumi Palma Lestari Persada PT BPLP Awal tahun ini, saya mendapatkan kesempatan mengunjungi PT BPLP untuk mengawasi pelaksanaan sebuah proyek videografi. Saya takjub melihat cara kerja tim operasional dalam mengelola pengangkutan TBS di lahan gambut dengan sangat sistematis meski sistem transportasi yang digunakan masih tergolong tradisional. Tim lapangan memanfaatkan transportasi air guna mengangkut TBS dari kebun menuju PKS dengan menggunakan tongkang yang ditarik kapal tunda pon-pon melalui jalur sungai di perkebunan. Tongkang ditarik oleh sebuah kapal tunda pon-pon. Kapal tunda ini mampu menarik 4-7 tongkang dan satu tongkang mampu mengangkut 10-15 ton TBS. Kapal tunda dan tongkang membutuhkan waktu delapan jam untuk menempuh perjalanan dari kebun menuju pabrik. Biasanya, kapal tunda dan tongkang berangkat di malam hari dan tiba di tujuan menjelang pagi. Tim operasional harus memastikan bahwa keseluruhan proses ini, terhitung sejak TBS dipanen, hanya membutuhkan waktu kurang dari sehari. Ada dua cara yang digunakan pengumpul TBS untuk memuat TBS ke atas tongkang Menggunakan tenaga manusia secara manual Tiga pengumpul menjaga tongkang agar tetap stabil di tepi kanal dan dua lainnya mengangkut TBS ke atas tongkang menggunakan galah logam tojos. Pengumpul TBS memuat TBS ke atas tongkang menggunakan galah logam. Menggunakan perahu crane grabber Metode ini tergolong baru dan masih dalam tahap uji coba. Crane grabber adalah alat baru bagi perusahaan. Penggunaannya sama dengan truk crane grabber, bedanya adalah perahu crane grabber digunakan di kanal sungai. Perahu crane grabber sedang memuat TBS ke atas tongkang. Tim operasional juga telah mengembangkan sistem pengelolaan air yang baik pada lahan gambut. Jika lahan gambut tidak dikelola dengan baik, lahan akan terdegradasi melalui paparan terhadap oksigen yang akan menyebabkan penurunan lahan gambut. Jika lahan gambut kering, lahan akan jadi sangat rentan terbakar. Tim ini membangun tujuh pintu air yang mengelilingi perkebunan di lahan gambut. Sumber air sebagaimana ditentukan dalam Analisis Mengenai Dampak Lingkungan AMDAL dan laporan Nilai Konservasi Tinggi NKT berasal dari air permukaan pada lahan gambut. Air tersebut disalurkan ke kanal, lalu masuk ke dalam kawasan perkebunan. Pintu air mengatur tinggi permukaan dan debit air di dalam kanal guna mencegah agar lahan gambut tidak kebanjiran maupun kekeringan. Pintu air Pintu-pintu air di sepanjang kanal. Saat tinggi permukaan air turun hingga tingkat tertentu, tim operasional akan meningkatkan kewaspadaan dalam mendeteksi dan menanggulangi kebakaran. Tindakan yang dilakukan meliputi pemantauan dan penjagaan di menara pantau, patroli permanen, dan penutupan pintu air untuk mengatur tinggi permukaan air pada kawasan gambut. PT BPLP juga telah memiliki pompa air untuk menaikkan ketinggian permukaan air di dalam kanal, khususnya selama musim kemarau. Pompa air Kendati pembuatan produk minyak berkualitas yang dipasarkan berawal dari pohon sawit, transportasi memainkan peran penting dalam proses tersebut. Tim operasional memiliki tanggung jawab besar yang tidak sekadar meliputi perawatan mesin dan peralatan, tetapi juga menjaga agar sistem transportasi terus berjalan sebagaimana jarum jam terus berdetik. Salut bagi mereka yang telah menjalankan tugas tersebut dengan baik! Setelah mengetahui bagaimana TBS diangkut dari kebun menuju PKS di atas lahan gambut, simak bagaimana kelapa sawit ditanam atau proyek rehabilitasi gambut kami berjalan. Tentang penulis Audityo Perdana adalah Art Director Tim Group Corporate Communications di Sinar Mas Agribusiness and Food. Saat tidak sedang merancang desain di kantor atau menciptakan kreasi baru, dia senang mengabadikan momen-momen candid dan bercerita melalui gambar atau video dengan latar belakang pemandangan perkebunan yang indah.
SERVICEKONSULTAN TETAP Bisnis perkebunan kelapa sawit dan atau bisnis kehutanan berkembang demikian cepat, baik investor baru maupun investor yang telah eksis, tantangan dan permasalahan yang dihadapi dalam operasional juga semakin kompleks. Untuk memastikan bisnis berjalan sesuai dengan targ . CALL
Dibelakang batas hutan bakau dan nipah daerah pesisir, tanah yang tergenang air di dataran rendah Kalimantan menunjang kehidupan rawa gambut dan hutan air tawar yang sangat luas. Kalimantan, secara keseluruhan, memiliki lahan basah seluas 20.116.000 ha. Dari lahan seluas itu, yang tersisa sekitar 12.478.000 ha.
17Pengendalian Biaya Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit. Consultancy. 1. Technical Assistant for Improvement Palm Plantation and Palm Oil Mill. 2. Integrated Solution to Improve Performance of Palm Plantation and Palm Oil Mill. 3. Advanced Quality
. wqh3o02t8z.pages.dev/181wqh3o02t8z.pages.dev/409wqh3o02t8z.pages.dev/402wqh3o02t8z.pages.dev/325wqh3o02t8z.pages.dev/435wqh3o02t8z.pages.dev/90wqh3o02t8z.pages.dev/31wqh3o02t8z.pages.dev/471
alat angkut sawit di lahan gambut